Sabtu, 27 Februari 2016

Kondisi 100 Persen Awal ISC

Pelatih PERSIB, Dejan Antonic mengatakan jika kondisi fisik pemainnya akan mencapai 100 persen pada awal Indonesia Soccer Championship (ISC) mendatang. Top performa Maung Bandung saat ini baru mencapai 80 persen dari target yang ditetapkan.

Mencapai top performa, menurutnya, membutuhkan waktu. Sebab, untuk meningkatkan kondisi fisik pemain tidak hanya mengejar kebugaran saja, namun harus menyesuaikan juga dengan irama pertandingan.

"Dekat liga, kami sudah harus di level 80 sampai 100 persen. Tapi untuk mencapai level itu lama, karena nanti banyak pertandingan dan itu lebih bagus kalau stamina pemain bertahan lama. Jadi, jangan kita fokus ke bulan April, lebih baik kita fokus ke Mei atau Juni," kata Dejan, Sabtu (27/2/2016).

Pelatih asal Serbia ini tidak mau menilai pemain mana yang sudah sesuai harapannya dan yang belum. Baginya, semua pemain dalam level sama, karena kalau dibeda-bedakan terkesan tidak adil, terlebih banyak pemain baru yang bergabung dengan timnya.

"Saya tidak suka bilang itu (kondisi fisik terbaik), tidak fair untuk pemain. Menurut saya yang pertama dan terakhir berada itu penting sekali dan saya tidak suka bilang persentase untuk perkembangan pemain," ungkapnya.

http://persib.co.id/berita-persib-bandung/berita/kondisi_100_persen_awal_isc.aspx

Turnamen Bukan Jalan Keluar dari Kisruh Sepak Bola Indonesia

SURABAYA - Rencana digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai syarat dicabutnya Surat Keputusan (SK) pembekuan terhadap PSSI, belum disikapi serius oleh sejumlah klub elit Indonesia. Untuk saat ini, klub-klub lebih menginginkan adanya kompetisi jangka panjang seperti Indonesia Super League (ISL) yang terhenti sejak tahun lalu.

Akibat terhentinya kompetisi, klub-klub hanya mengandalkan turnamen sebagai ajang melanjutkan eksistensi. Selain itu mereka juga menggelar laga uji coba agar para pemain yang tersisa tetap kompak dan berada dalam kondisi prima.

Namun penyelenggaraan turnamen bukanlah jalan keluar dari permasalahan sepak bola Indonesia. Menurut Ruddy Widodo selaku General Manajer Arema Cronus, kompetisi lebih penting sebab bisa menghidupkan seluruh aspek yang menggantungkan nasibnya di sepak bola. "Kami tidak akan berpihak pada siapa pun. Arema tidak mau ikut terlarut dalam persoalan itu (KLB). Yang kami inginkan adalah kompetisi," tegas Ruddy Widodo.

Menurutnya, turnamen jangka pendek tidak bisa mencakup semua level klub. Hal itu bisa dilihat dari penyelenggaraan Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.

"Lihat saja klub-klub Divisi Utama, mereka sangat kesulitan karena tidak ada kompetisi yang jelas. Pemain-pemain muda juga tak mendapat banyak kesempatan," ucapnya.

Hal senada disampaikan Manajer Persegres Gresik United, Bagoes Cahyo Yuwono. Ia mengaku tidak terlalu gembira dengan kabar bakal dicabutnya SK pembekuan PSSI. Sebab itu bukan jaminan yang dapat mengurai permasalahan sepak bola Indonesia.

"Pihak yang merasakan benar situasi dalam setahun terakhir ini ya klub. Klub yang paling tahu apa yang dibutuhkan, yakni kompetisi reguler yang jelas agar pengelolaan bisa berjalan dengan sehat. Kalau pengelolaan klub normal, kondisi sepak bola juga sehat. Jadi kalau belum bisa menggelar kompetisi, gak perlu berandai-andai dulu," tuturnya.

Di sisi lain, Persela Lamongan terlihat kalem menunggu hasil akhir polemik sepak bola Indonesia. Tim Laskar Joko Tingkir berahrap kompetisi jangka panjang segera digulirkan.

"Persela menginginkan sepak bola Indonesia kembali pada jalur yang normal, artinya tidak ada lagi konflik, kompetisi bergulir dengan baik, sekaligus ada perbaikan sistem. Soal bagaimana prosesnya, kita lihat bersama apa yang nantinya dilakukan para elit. Yang jelas kalau kompetisi normal lagi, Persela akan sangat serius," ungkap Yunan Achmadi, Manager Persela.

Harapan serupa terlontar dari kubu Surabaya United. Mereka memandang positif rencana pencabutan SK pembekuan PSSI.

"Tentu saja senang jika PSSI normal dan kompetisi berjalan kembali. Manajemen klub, pemain, sponsor, serta pihak-pihak lain tentu akan menyambut positif. Semoga ini benar-benar akan mengakhiri ketidakpastian sepak bola kita," sebut Rahmad Sumanjaya, Manager Surabaya United.

http://soccer.sindonews.com/read/1088600/58/turnamen-bukan-jalan-keluar-dari-kisruh-sepak-bola-indonesia-1456485189

Belum Pernah Kalah di Liga Inggris, Ini Kata Guus Hiddink

LONDON - Chelsea sukses menuai kemenangan di pekan ke-27 Liga Premier Inggris. Menghadapi Southampton di St Marry Stadium, Sabtu (27/2/2016) Chelsea menang tipis 2-1.

Selain mendapat tambahan tiga poin, Chelsea juga meneruskan catatan tak terkalahkannya di 10 pertandingan terakhir dalam ajang Liga Premier Inggris. Menanggapi hasli ini, Guus Hiddink mengaku puas dan bangga dengan perjuangan para pemainnya.

"Saya pikir kami layak mendapatkannya. Kami tidak memulai dengan baik. Tapi kami dapat tampil tenang dan bisa mengendalikan jalannya pertandingan. Kami tahu harus mencetak gol dan mempertahankan dominasi," ucap manajer Chelsea tersebut.

"Penampilan kami di babak kedua sangat baik. Tim punya mentalitas yang bagus. Kami tentu sangat senang sebab catatan kemenangan ini sangat mengesankan," tambahnya yang dikutip dari Sky Sports.

Dalam laga tersebut, Chelsea sempat tertinggal lewat gol Shane Long menit 42. Namun The Blues bisa membalasnya melalui aksi Cesc Fabregas menit 75 dan Branislav Ivanovic menit 89.

Dengan kemenangannya ini, Chelsea naik ke posisi 11 klasemen. Untuk sementara, mereka mengumpulkan 36 poin tertinggal empat angka dari Southampton yang duduk di peringkat ketujuh.

http://soccer.sindonews.com/read/1088888/54/belum-pernah-kalah-di-liga-inggris-ini-kata-guus-hiddink-1456613336

Penampilan Febri Buat Zola Terkesima

Gian Zola dan Febri Hariyadi sudah saling mengenal sejak lama. Bahkan, siapa sangka, Zola bertambah keinginan untuk bermain bola karena melihat permainan Febri Hariyadi saat masih di Sekolah Sepak Bola.
Zola yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 4, melihat Febri tampil pada final Himendra Cup. Penampilan Febri membuat Zola terkesima dan meminta sang ayah untuk memasukannya ke sekolah sepakbola seperti Febri.
"Saya lihat Bow (sapaan Febri Hariyadi) main pas final Himendra, dia mainnya bagus. Saya waktu itu waktu kelas 4 SD kalau tidak salah," kata Zola, Sabtu (27/2/2016).
Pemain bernomor punggng 93 ini mengatakan, sebelum melihat penampilan Febri pada laga final itu, ia memang sudah suka sepakbola. Bahkan, saat akan dimasukan ke taman kanak-kanak oleh orang tuanya, Zola sempat menolak dan ingin bermain bola saja.
"Tidak tahu, kalau lihat bola senang aja sejak dulu. Merasa semangat kalau bermain bola. Saat disuruh masuk TK juga, saya sempat tidak mau, maunya main bola saja, walau akhirnya mau masuk TK karena dibujuk ada sepakbolanya," ucap Zola.
Zola dan Febri pun bertemu kembali di SSB UNI, mereka semakin akrab, apalagi setelah bersama-sama masuk Diklat PERSIB dan akhirnya bergabung dengan tim seniornya di waktu yang sama. Zola sebelumnya sempat bergabung dengan SSB UNI dan pada usia 14 tahun, Zola pindah ke SSB Saswco.
"Seneng juga jadi Cs (teman baik) sekarang. Bermain lagi dengan pemain idola saat di UNI dan sekarang bermain bersama lagi di PERSIB," ucapnya.

https://www.facebook.com/infopersibbandung/?fref=nf

Soal Anggaran Persib Ikuti ISC, Umuh Jelaskan Begini

Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan bahwa rencana anggaran yang dimiliki Persib untuk mengarungi Indonesia Super Competition (ISC) telah sesuai dengan kebijakan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku promotor ISC. Pengeluaran klub untuk merekrut pemain dibatasi maksimal Rp 10 miliar.
“Rp 10 miliar cukup, bahkan kami kurang sedikit tidak sampai Rp 10 miliar. Karena nilai kontrak dari pemain itu kan bervariasi,” ujar Umuh kepada Tribun melalui ponselnya , Sabtu (27/2/2016).
Umuh juga mengatakan anggaran pembelajaan pemain di Persib aman. Rencananya pekan depan para pemain akan menandatangani kontrak.

http://jabar.tribunnews.com/2016/02/27/soal-anggaran-persib-ikuti-isc-umuh-jelaskan-begini

Totalitas Kayame untuk Persib

BANDUNG.- Penyerang sayap Persib David Laly meminta Ricky Kayame untuk bersama-sama dengan dirinya bekerja keras di Persib Bandung. David meminta Ricky untuk bisa membantu Persib menjadi tim yang tangguh.
 
"Untuk saat ini mungkin dia harus kerja keras sama seperti kita pemain-pemain yang baru gabung di Persib. Untuk bisa bantu Persib bsa lebih baik lagi," ucap Laly yang juga pemain berbakat asal Papua ini, Jumat 26/2/2016).
 
Kita harus sama-sama kerja keras di Persib Bandung 
 
Laly menambahkan, mengenai adanya rencana direkrutnya Ricky untuk kembali ke tim lamanya yakni Persipura, apapun keputusan yang diambil temannya itu pasti didukungnya. Sebab, kata dia, Ricky sudah tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri.
 
"Kalau menurut aku, apapun yang kata dia baik aku dukung. Tapi ya itu Ricky harus sama-sama kerja keras di Persib Bandung kaya kita," tuturnya.
 
Sebelumnya, Ricky diisukan akan kembali ke Persipura. Namun, Ricky selalu menyatakan bahwa saat ini ia hanya ingin fokus memberikan yang terbaik untuk Persib Bandung. Kemampuan Kayame juga akan diuji pada saat uji tanding yang akan digelar Pelatih Persib Dejan Antonic, Rabu (2/3/2016).
http://www.pikiran-rakyat.com/persib/2016/02/26/362505/totalitas-kayame-untuk-persib

Dari Persija untuk Persib

BANDUNG.- Rivalitas Persib Bandung dengan Persija Jakarta begitu membara dengan bumbu pertikaian berkepanjangan antara dua suporter fanatiknya. Namun, untuk urusan hubungan klub maupun antarpemain, Maung Bandung dan Macan Kemayoran memiliki "kemesraan" tersendiri.
Buktinya, cukup banyak pertukaran pemain dalam bursa transfer antara kedua tim. Persib bahkan kerap sukses merekrut para pemain tenar yang musim sebelumnya bersinar di Persija. Berikut ini sejumlah mantan maupun pemain eksisting Maung Bandung yang direkrut berkat performa apik saat membela Macan Kemayoran musim sebelumnya.
Atep Rizal
Meskipun lahir dari pembinaan sepak bola di Bandung, nama Atep melambung berkat performa impresifnya selama membela Persija (2004-2008). Grafik performa apik itu pula yang membuat Persib kembali merekrut Atep pada 2008 dan memakai jasa gelandang cepat itu sampai kini. Performa Atep terbilang stabil dan musim ini dia sudah mencetak 4 gol dali 20 laga.
Aliyudin Ali
Pemain kelahiran Bogor ini menjadi pilar Persija musim 2007-2011. Performa bagus Aliudin sebagai penyerang lubang membuat Persib kepincut dan merekrutnya. Aliyudin berkostum Maung Bandung musim 2011-2012. Namun, performanya tidak bisa dibilang impresif karena hanya mencetak dua gol dari 27 penampilan.
Muhammad Ilham
Bek sayap kiri lincah ini merupakan salah satu pilar Persija musim 2007-2011. Akselerasi cepat di sektor sayap membuat Persib jatuh hati dan merekrutnya musim 2011-2012. Dia tampil dalam 30 laga dan mencetak 3 gol selama berkostum Pangeran Biru.
Muhammad Nasuha
Bek sayap kiri ini direkrut Persib setelah memamerkan performa impresif bersama Persija (2010-2011) maupun tim nasional Indonesia. Namun, cedera parah membuat Nasuha tidak sempat menunjukkan permainan terbaiknya selama menjadi pemain Maung Bandung musim 2011-2012.
Baihakki Kaizan
Setelah tampil apik dalam 28 laga bersama Persija pada musim 2009-2010, bek sentral Singapura itu langsung direkrut Persib Bandung musim berikutnya. Namun, penampilannya dinilai tidak spesial sehingga Persib hanya memakai jasa bek jangkung yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan ini selama semusim.
Yandri Christian Pitoy
Nama Yandri Pitoy memang melambung saat membela Persipura dan tim nasional. Namun, Persib sempat memakai jasa Yandri pada musim 2011-2012 setelah merekrutnya dari Persija.

http://www.pikiran-rakyat.com/persib/2016/02/27/362569/dari-persija-untuk-persib