Dunia Real Madrid - Ela Clasico dalam bahasa disebut
Inggris The Classic dan dalam bahasa Indonesia berarti klasik adalah
derby yang mempertemukan dua klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dan
FC Barcelona menurut situs wikipedia El Clasico edisi pertama terjadi
pada 17 Februari 1929 dimana tim tamu Real Madrid unggul tipis 1-2.
Namun
pada beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa El Clasico pertama kali
berlangsung pada sebuah turnamen mini yang diselenggarakan untuk
memperingati penobatan Raja Alfonso XII pada tahun 1902. Dimana pada
saat itu cerita - cerita politik yang berpengaruh sangat kuat
Cerita politik ini diteruskan oleh seorang Pemimpin Spanyol Francisco Franco pada
tahun 1934. Franaco adalah diktator fasis yang merebut kekuasaan di
Spanyol setelah kaum nasionalis dengan bantuan Fasis Italia mengalahkan
kaum Republikan dengan bantuan komunis Uni Sovyet dalam sebuah perang
saudara di Spanyol.Pada masa kepemimpinannya franco begitu menyiksa
warga catalan karena warga catalan belum dengan tulus menjadi bagian
dari Negara Spanyol. Barcelona yang notabenya ibukota provinsi
Catalonia menjadi tempat berkumpul bagi orang - orang Catalan dimana
pada saat itu Franco melarang penggunaan bahasa Catalan. Hal ini
membuat Franco geram.Dilapangan sendiri terlihat jelas bahwa Franco
lebih mendukung Madrid yang merupakan pusat peradaban dari Spanyol.
Jadi
El Clasico sendiri bukan hanya duel antara Madrid dan Barca semata
namun menjadi semacam perlawanan bangsa Catalan terhadap sang Jenderal.
Tak
sampai disitu rivalitas mereka terjadi dalam bursa transfer, pada tahun
1950 kedua tim bertarung untuk memperebutkan satu pemain yaitu Di
Stefano. Perebutan itu sendiri dimenangkan Madrid dengan bantuan Franco
dan hal itu tentu membuat publik Catalan semakin meradang. Mulai sejak
itu rivalitas barcelona dan real madrid terus terjadi, baik di dalam
pertandingan, maupun bursa transfer pemain. Kedua klub ini saling
merebut pemain. Bahakn penduduk spanyolpun terpecah dalam hal sebagai
pendukung kedua klub ini.
Bicara rekor pertemuan antara
Barca dan Real Madrid tentu punya catatan yang panjang. Meski demikian,
secara total Madrid masih lebih unggul dari Barcelona. Dalam 159 laga
yang telah dijalani kedua tim, Madrid berhasil menang 68 kali. Sementara
El Barca hanya mengoleksi 60 kemenangan, sedangkan 31 laga sisanya
berakhir dengan hasil imbang. Nama-nama bintang seperti Bernd Schuster,
Michael Laudrup, Luis Figo, Luis Enrique hingga Ronaldo, semuanya pernah
merasakan tinggal di dua klub tersebut. Mereka merasakan kerasnya
bermain di El Clasico. Figo pernah dilempar kepala babi dalam sebuah
pertandingan, oleh pendukung Barcelona yang marah dengan keputusan Figo
menyebrang ke Madrid dari Barcelona.
Berikut ini rekor pertemuan EL Clasico :
LA LIGA :
Real Madrid wins = 68
FC Barcelona wins = 63
DRAW = 31
Real Madrid goals = 259
Barcelona goals = 253
Total matches = 162
SKOR TERBESAR
3 FEBRUARI 1942 Real Madrid FC VS Barcelona = 11 - 1
COPA DEL REY
Real Madrid wins = 10
Barcelona wins = 14
DRAW = 5
Real Madrid goals=56
Barcelona goals = 59
Total matches =29
SKOR TERBEAR
semifinal 1916
1st Real Madrid FC Vs Barcelona = 6–6
2nd Real Madrid FC Vs Barcelona = 4–2
agrerat (10-8) kemenangan Real Madrid
Spanish Super Cup
Real Madrid wins = 5
Barcelona wins = 3
Draw = 2
Real Madrid goals= 21
Barcelona goals = 13
Total matches = 10
Skor Terbesar
Tahun 1997-1998
FC Barcelona VsReal Madrid = 2–1
Real Madrid Vs FC Barcelona =4–1
Agrerat = 6-2 buat Real Madrid
Liga Champions
Real Madrid wins = 3
Barcelona wins = 2
Draw = 3
Real Madrid goals= 13
Barcelona goals = 10
Total matches = 8
Skor Terbesar
Semifinal 1959-1960
Real Madrid FC Vs Barcelona = 3–1
Barcelona Vs Real Madrid = 1–3
https://www.facebook.com/notes/dunia-real-madrid/sejarah-lengkap-el-clasico-dan-head-to-head-kedua-tim/222125511191623
Sabtu, 31 Oktober 2015
Rabu, 28 Oktober 2015
Dibalik Derbi Manchester
Inilah cerita tentang dendam yang beranak pinak: Manchester United versus Manchester City. Pertarungan dua kesebelasan satu kota atau biasa disebut derby ini begitu sengit, emosional dan sarat gengsi. Seluruh penggemar sepak bola di kota ini terbelah dua. Masing-masing membawa kebanggaan dan fanatisme yang telah berumur tua—yang mungkin ditularkan oleh orangtua, kakek-buyut, atau bahkan jauh lebih renta. Pelatih Manchester United Alex Ferguson menyebut pertemuan dua klub itu sebagai pertemuan dua suporter yang memiliki sejarah panjang dalam silsilah fanatisme di keluarga mereka. Secara turun temurun, dukungan kepada United maupun City itu diwariskan--yang kini telah sampai entah ke generasi berapa. “Ia mengalir di darah pendukung,†ucap Ferguson. Ketika United dan City bertemu pada Selasa dini hari (WIB) pekan ini untuk menentukan siapa yang pantas menjadi juara liga, cerita tentang gelegak para pendukung itu kembali mengemuka. Masing-masing fan akan merayakan hari pertandingan sebagai hari paling penting dalam hidup mereka. Semua kegiatan berhenti, berganti dengan yel-yel dan nyanyian sepanjang hari. Kantor, sekolah, hingga kedai-kedai kopi akan hiruk dengan cerita-cerita sepak bola: cerita gembira bagi yang menang, dan kisah kecewa bagi yang malang. “Percakapan seru akan lebih banyak ditemui di jalan-jalan kota Manchester ketimbang di klub sepak bola itu sendiri,†ucap Fergie kepada Telegraph. Ya, di hari pertandingan itu, juga hingga beberapa hari kemudian, kisah derby akan menjadi menu primadona bagi warga kota, juga bagi warga dunia. Ya, cerita itu akan terus mereka ingat hingga derby baru di tahun yang lebih baru menjadi bahan perbincangan baru. Daya ingat para penggemar fanatik itu begitu lekat pada setiap pertemuan dua kubu itu. Kisah tentang Carlos Tevez, bekas pemain United yang hijrah ke City, dan sering menjadi momok bagi kesebelasan lamanya itu, misalnya, tiba-tiba oleh sejumlah fan berusia muda disamakan dengan kisah pengkhianatan Billy Meredith di masa-masa awal United dan City berdiri. Ini sebenarnya sebuah cerita yang sudah terkubur lama, tapi diungkit kembali. Cerita itu, juga cerita Sandy Turnbull dan Ernest Mangnall telah dianggap sebagai sumber atau akar dari berkecamuknya dendam kedua kubu. Kisah Meredith, misalnya. Pemain ini diburu begitu lama oleh pemilik klub yang saat itu (1894) baru berganti nama dari Ardwick A.F.C menjadi Manchester City—nama pertama klub yang dibentuk oleh beberapa anggota gereja St. Marks pada 1880 ini adalah St. Marks (West Gorton). Sebelum mendapatkan Meredith, pemilik City harus terlebih dulu membujuk ibu Meredith di sebuah desa di Wales dan â€menyuap†seluruh penduduk desa dengan pesta. Ternyata setelah berhasil membesarkan Meredith, City justru kecolongan. United membujuk kapten City itu pindah dengan iming-iming uang. Saat itu MU ditangani oleh Ernest Mangnall. Klub ini juga baru berganti nama dari Newton Heat F.C menjadi Manchester United pada 1902—nama pertama klub yang digagas pegawai depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath pada 1878 itu adalah Newton Heath L&YR F.C. United masih berada di Divisi 2 saat Mangnall diangkat sebagai manajer. Sebaliknya City sudah duduk di Divisi 1 atau divisi utama. Setelah membeli Meredith dan Sandy Turnbull, prestasi United meroket dalam sekejap. United bahkan menjuarai liga untuk pertama kali pada 1908 dan menjuarai Piala FA setahun kemudian. Bandingkan dengan City yang baru menjuarai liga pada 1937. Mangnall beralasan, United menarik dua pemain itu untuk menyelamatkan karier mereka yang hampir tamat lantaran mendapat skors FA, federasi sepak bola Inggris. City memang sedang diselidiki karena menggaji pemain di atas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda 250 poundsterling dan 18 pemain--termasuk Meredith dan Turnbull--dihukum tak boleh bermain untuk City pada tahun itu. Tapi aksi bajak itu tak pelak telah menerbitkan dendam di ubun-ubun sang rival United. Di tangan United, Meredith dan Turnbull memang kian mengkilap. Meredith yang terkenal selalu mengunyah tusuk gigi setiap berada di lapangan hijau itu disebut oleh koran Manchester Guardian, sebagai â€seorang seniman bolaâ€. Sang kapten dikenal piawai menusuk dari sayap kanan dengan dribling bola yang memukau sebelum mengakhirinya dengan umpan matang ke Turnbull yang telah menunggu di depan gawang. Turnbull disebut Telegraph sebagai striker dengan â€bahu yang lebar, berbadan gempal, dan berkepala persegiâ€. Dialah pemain pertama United yang mencetak gol di Old Traford. Dia pula yang mencetak 101 gol di sepanjang kariernya yang pendek: hanya lima tahun di MU. Sebuah prestasi yang baru bisa disamai Wayne Rooney seabad kemudian. Tak hendak kalah, City yang sudah pulih secara finansial kembali merebut Meredith pada 1912. Tak cuma itu, The Eastland, sebutan City, juga memboyong Mangnall, sang pelatih. Akibat menyeberangnya sang manajer, United kembali terdegradasi pada 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi 1. United bahkan bermain tanpa memenangkan satu trofi pun selama 41 tahun. Mereka mencapai posisi terendah sepanjang sejarah, yaitu posisi 20 klasemen Divisi 2 pada 1934. Terpuruknya MU itu tentu tak semata-mata karena kisah pengkhianatan tersebut, tapi juga karena klub mengalami kebangkrutan beberapa kali. Kendati begitu, riwayat pengkhianatan yang menyakitkan itu terus terngiang ketika kisah yang sama terulang. Tevez dibeli City—klub kaya raya yang kini dimiliki Abu Dhabi United Group--dari MU tiga tahun lalu. Ada yang menyebut Tevez memang sudah tak diinginkan oleh Ferguson. Tapi cerita lain meyakini Ferguson marah lantaran pemain Argentina itu diam-diam bermain mata dengan City. Yang jelas, di setiap pertemuan United-City, Ferguson tak pernah absen mengomentari striker City itu. Derby Manchester selalu penuh emosi setiap kali Tevez tampil. Ia sudah mencetak tiga gol dalam lima pertemuan menghadapi MU. Rivalitas keduanya kian memanas manakala statistik pertemuan United-City dibeberkan dan perang kata-kata didengungkan ke media massa. Terhadap tetangganya yang kaya raya dan berisik, Ferguson pernah berujar bahwa uang belum tentu bisa membeli gelar. Saat posisi City mulai melorot, suporter yang membenci City memasang spanduk bertulisan, â€Belanja pemain saja tak cukup untuk naik kelasâ€. Sebaliknya manajer City Roberto Mancini tak pernah menunjukkan lidah tajamnya. Ia justru merendah dengan mengatakan, “MU memiliki kekuatan internal yang lahir dari semua kesuksesan merekaâ€. Tapi ia menutup kalimat dengan “selama 20 tahun terakhir, Manchester United selalu menangâ€, sebuah ucapan yang sebetulnya menyiratkan makna terselubung: â€inilah saatnya City mengakhiri era dominasi United.†Dari statistik, sejak era Liga Primer bergulir pada 1992, MU sudah meraih 12 gelar juara. Total Setan Merah sudah meraih 19 gelar juara liga. Sedangkan City baru dua. Itu pun sebelum era Liga Primer bergulir. Dilihat dari sejarah pertemuan kedua klub, MU lebih unggul. Sebelum pertandingan Selasa dini hari, mereka sudah 136 kali saling berhadapan. United menang 54 kali dan hanya kalah 38 kali. Sebanyak 45 pertandingan lainnya berakhir imbang. Salah satu derby panas yang banyak dikenang adalah partai terakhir di musim liga 1973-1974. Saat itu City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Pemain MU, Denis Law, akhirnya mencetak satu-satunya gol kemenangan yang juga otomatis melempar rival sekotanya ke Divisi 2. Namun, City juga punya cerita penaklukan yang bisa mereka kenang: mereka mempermalukan United di Old Trafford dengan skor telak 6-1 pada tahun lalu. Cerita tentang dendam dan pengkhianatan inilah yang mendidihkan kembali pertemuan keduanya Selasa ini. Derby yang selalu berulang sejak lebih seabad lalu dan mengalirkan fanatisme di dalam darah para pendukung, secara turun temurun. Begitu lama. Begitu membara.
https://indonesiana.tempo.co/read/2765/2012/04/30/yosrizal/2763-revision-2
Selasa, 27 Oktober 2015
Sejarah Manchester United
Sejarah Berdirinya Manchester United
Tim
pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai
tim karya Lancashire dan Yorkshire stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim
berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road,
dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum
pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki
kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan
stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris
perkumpulan dan pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi
Newton Heath F.C saja.
Tak
lama kemudian, di tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari
£2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.
Sebelum
tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies, direktur
Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang
merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya, kemudian Davies
memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil
mempengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim.
Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan
Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang
imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak
menggunakan nama Manchester United?". Nama ditetapkan dan Manchester
United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk
mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim
Manchester United.
Ernest
Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang
mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk
mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan
5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam
klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken,
ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari
Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir
musim 1903-1904.
Mereka
kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim
1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka
menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya
pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain
diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas
pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan
cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy
Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun
Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08
dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United
memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka
tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.
Klub
membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi
Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke
lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old
Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah
4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung
oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya
bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu
trofi pun.
Lukisan Old Trafford Tempo Dulu
http://soccerklopedi.blogspot.co.id/2012/09/sejarah-berdirinya-manchester-united.html
Sejarah Persib Bandung
SEJARAH PERSIB BANDUNG 1933 - 1940
Sebelum lahir nama Persib, pada tahun 1923 di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakn i R. Atot.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain bernama Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933 kedua klub itu sepakat melebur dan lahirlah perkumpulan baru yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Klub- klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. Setelah tampil tiga kali sebagai runner up pada Kompetisi Perserikatan 1933 (Surabaya), 1934 (Bandung), dan 1936 (Solo), Persib mengawali juara pada Kompetisi 1939 di Solo.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Sejarah PERSIB 1941-1969
Setelah Indonesia merdeka, pada 1950 digelar Kongres PSSI di Semarang
dan Kompetisi Perserikatan. Persib yang pada saat itu dihuni oleh Aang
Witarsa, Amung, Andaratna, Ganda, Freddy Timisela, Sundawa, Toha,
Leepel, Smith, Jahja, dan Wagiman hanya mampu menjadi runner-up setelah
kalah bersaing dengan Persebaya Persebaya.
Pada tahun 50-an Aang Witarsa dan Anas menjadi pemain asal Persib pertama yang ditarik bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk bermain di pentas Asian Games 1950.
Prestasi Persib kembali meningkat pada 1955-1957. Munculnya nama-nama seperti Aang Witarsa dan Ade Dana yang menjadi wakil dari Persib di tim nasional untuk berlaga di Olimpiade Melbourne 1956. Pada ajang itu, tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Uni Sovyet sehingga memaksa diadakan pertandingan ulang yang berujung kekalahan telak untuk Indonesia dengan skor 4-0.
Persib makin disegani. Pada Kompetisi 1961 tim kebanggaan “Kota Kembang” itu meraih juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSM Ujungpandang. Materi pemain Persib saat itu adalah Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Suhendar, dll. Karena prestasinya itu, Persib ditunjuk mewakili PSSI di ajang kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962. Bintang Persib saat itu juga telah lahir Emen “Guru” Suwarman.
Setelah itu, prestasi Persib mengalami pasang surut. Prestasi terbaik Persib di Kompetisi perserikatan meraih posisi runner up pada 1966 setelah kalah dari PSM di Jakarta.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Pada tahun 50-an Aang Witarsa dan Anas menjadi pemain asal Persib pertama yang ditarik bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk bermain di pentas Asian Games 1950.
Prestasi Persib kembali meningkat pada 1955-1957. Munculnya nama-nama seperti Aang Witarsa dan Ade Dana yang menjadi wakil dari Persib di tim nasional untuk berlaga di Olimpiade Melbourne 1956. Pada ajang itu, tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Uni Sovyet sehingga memaksa diadakan pertandingan ulang yang berujung kekalahan telak untuk Indonesia dengan skor 4-0.
Persib makin disegani. Pada Kompetisi 1961 tim kebanggaan “Kota Kembang” itu meraih juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSM Ujungpandang. Materi pemain Persib saat itu adalah Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Suhendar, dll. Karena prestasinya itu, Persib ditunjuk mewakili PSSI di ajang kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962. Bintang Persib saat itu juga telah lahir Emen “Guru” Suwarman.
Setelah itu, prestasi Persib mengalami pasang surut. Prestasi terbaik Persib di Kompetisi perserikatan meraih posisi runner up pada 1966 setelah kalah dari PSM di Jakarta.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Sejarah PERSIB 1970-1985
Pada tahun 70-an, Persib mengalami masa sulit dan miskin gelar. Namun, Max Timisela, yang menempati posisi gelandang menjadi langganan tim nasional. Puncaknya pada Kompetisi Perserikatan 1978-1979, Persib terdegradasi ke Divisi I.
Kondisi itu membuat para pembina Persib berpikir keras untuk melakukan revolusi pembinaan. Dipersiapkanlah tim junior yang ditangani pelatih Marek Janota (Polandia). Kemudian, tim senior diarsiteki Risnandar Soendoro. Gabungan pemain junior dan senior ini membuahkan hasil karena Persib berhasil promosi ke Divisi Utama dengan materi pemain seperti Sobur (kiper), Giantoro, Kosasih B, Adeng Hudaya, Encas Tonif, dll.
Hasil polesan Marek ini lahirlah bintang-bintang Persib seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Iwan Sunarya, dll. Hasil binaan Marek ini membawa Persib lolos ke final bertemu PSMS pada Kompetisi Perserikatan 1982-1983 dan 1984-1985. Dua kali Persib harus puas sebagai runner up setelah kalah adu penalti. Pada final 1984-1985 mencatat rekor penonton karena membeludak hingga pinggir lapangan. Dari kapasitas 100.000 tempat duduk di Stadion Senayan, jumlah penonton yang hadir mencapai 120.000 orang.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Sejarah PERSIB 1986-1990
Pada tahun 1985 Ateng Wahyudi menjadi ketua umum Persib menggantikan
Solihin GP. Harapan yang dinantikan meraih juara kembali akhirnya
terwujud. Pada Kompetisi Perserikatan 1986, Persib yang ditangani
pelatih Nandar Iskandar meraih juara setelah di final mengalahkan
Perseman Manokwari 1-0 melalui gol tunggal Djadjang Nurdjaman, di
Stadion Senayan. Materi pemain Persib saat itu masih hasil polesan Marek
Janota seperti Sobur, Boyke Adam (kiper), Robby Darwis, Adjat Sudrajat,
Sukowiyono, Yana Rodiana, Adeng Hudaya, Sarjono, Iwan Sunarya, Sidik
Djafar, dll.
Prestasi Persib masih tergolong stabil. Meski gelar itu lepas ke tangan PSIS pada Kompetisi 1987 dan Persebaya pada 1988, Persib masih berlaga di Senayan. Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi 1990 setelah mengalahkan Persebaya 2-0 melalui gol bunuh diri Subangkit, dan Dede Rosadi. Saat itu, Persib yang ditangani pelatih Ade Dana dengan asisten Dede Rusli dan Indra Thohir diperkuat: Samai Setiadi (kiper), Robby Darwis, Adeng Hudaya, Ade Mulyono Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudrajat, Dede Iskandar, Djadjang Nurdjaman.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Prestasi Persib masih tergolong stabil. Meski gelar itu lepas ke tangan PSIS pada Kompetisi 1987 dan Persebaya pada 1988, Persib masih berlaga di Senayan. Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi 1990 setelah mengalahkan Persebaya 2-0 melalui gol bunuh diri Subangkit, dan Dede Rosadi. Saat itu, Persib yang ditangani pelatih Ade Dana dengan asisten Dede Rusli dan Indra Thohir diperkuat: Samai Setiadi (kiper), Robby Darwis, Adeng Hudaya, Ade Mulyono Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudrajat, Dede Iskandar, Djadjang Nurdjaman.
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Sejarah PERSIB 1991-1994
Pada Kompetisi 1991-1992, Persib gagal mempertahankan gelar setelah
kalah 1-2 dari PSM di semifinal, dan 1-2 dari Persebaya pada perebutan
tempat ketiga dan keempat. Pada tahun 1993 Wahyu Hamijaya dipilih
menjadi ketua umum Persib menggantikan Ateng Wahyudi. Pada kompetisi
penutup Perserikatan 1993-1994 Persib meraih gelar juara setelah di
final mengalahkan PSM 2-0 melalui gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso.
Persib pun berhak membawa pulang Piala Presiden untuk selamanya karena
kompetisi berikutnya berubah nama menjadi Liga Indonesia, yang
pesertanya dari Galatama dan Perserikatan.
Saat merebut gelar juara Kompetisi Perserikatan terakhir, trio pelatih yang menangani Persib adalah Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Emen “Guru” Suwarman. Materi pemainnya, yakni Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana, Sutiono Lamso, Kekey Zakaria, Yudi Guntara.
Persib kembali mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia. Persib berhasil mencapai final dan menggengam trofi juara dengan menaklukkan Petrokimia Putra dihadapan lebih kurang 80.000 penonton di partai final dengan skor 1-0 melalui gol Sutiono Lamso pada menit ke-76. Sorai-sorai pun bergemuruh di Stadion Utama Senayan Jakarta. Saat itu, Persib ditangani trio pelatih Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, Emen “Guru” Suwarman. Persib menggunakan formasi 3-5-2 dengan materi pemain adalah Anwar Sanusi (kiper), Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Mulyana (belakang). Dede Iskandar (kanan), Nandang Kurnaedi (kiri), Asep “Munir” Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara/Asep Sumantri (gelandang), Kekey Zakaria, Sutiono Lamso (depan).
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Saat merebut gelar juara Kompetisi Perserikatan terakhir, trio pelatih yang menangani Persib adalah Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Emen “Guru” Suwarman. Materi pemainnya, yakni Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana, Sutiono Lamso, Kekey Zakaria, Yudi Guntara.
Persib kembali mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia. Persib berhasil mencapai final dan menggengam trofi juara dengan menaklukkan Petrokimia Putra dihadapan lebih kurang 80.000 penonton di partai final dengan skor 1-0 melalui gol Sutiono Lamso pada menit ke-76. Sorai-sorai pun bergemuruh di Stadion Utama Senayan Jakarta. Saat itu, Persib ditangani trio pelatih Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, Emen “Guru” Suwarman. Persib menggunakan formasi 3-5-2 dengan materi pemain adalah Anwar Sanusi (kiper), Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Mulyana (belakang). Dede Iskandar (kanan), Nandang Kurnaedi (kiri), Asep “Munir” Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara/Asep Sumantri (gelandang), Kekey Zakaria, Sutiono Lamso (depan).
Sumber: Lintas Sejarah Persib, Risnandar Soendoro
Sejarah PERSIB 1995-2009
Setelah meraih juara Liga Indonesia I 1994-1995, prestasi Persib mulai
menurun. Akan tetapi, dalam kompetisi internasional prestasinya cukup
mengesankan karena sempat berlaga sampai perempat final Piala Champion
Asia. Namun di tanah air Persib harus merelakan trofi Piala Liga
Indonesia jatuh ke tangan saudara se-kota Tim Mastrans Bandung Raya yang
akhirnya menjadi juara Liga Indonesia II.
Ternyata perjalanan Persib dalam mengarungi Liga Indonesia tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Meski perombakan di tubuh Persib kerap terjadi, belum juga menuai hasil maksimal, bahkan Persib sempat terancam terdepak dari kompetisi Liga Indonesia karena kerap di posisi papan bawah. Pada Liga Indonesia VII/2001 diarsiteki pelatih Indra Thohir dan Deny Syamsudin, Persib bisa lolos ke babak “8 Besar” di Medan, tetapi akhirnya gagal ke semifinal. Pergantian pelatih pun dilakukan termasuk dengan mendatangkan dari Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski pada Liga Indonesia IX/2003. Namun, Marek Sledzianowski tidak seberuntung seniornya, Marek Janota. Sledzianowski diganti di tengah jalan karena Persib terseok-seok di papan bawah. Untuk menghindari jurang degradasi, pengurus Persib mendatangkan pelatih asing asal Cile, Juan Antonio Paez. Upaya ini berhasil dan Paez dipertahankan hingga Liga Indonesia X/2004.
Pada Liga Indonesia XI/2005, Indra Thohir kembali dipanggil. Namun, Persib harus puas di peringkat lima. Kompetisi berikutnya, Risnandar Soendoro dipercaya menjadi pelatih. Namun, dia hanya bertahan hingga dua pertandingan awal kandang setelah kalah dari PSIS dan Persiap di Stadion Siliwangi Bandung dan posisinya diganti Arcan Iurie Anatolievici. Pelatih asal Moldova itu kembali dipertahankan untuk menukangi Persib pada Liga Indonesia XIII 2007. Saat itu, Persib sudah diprediksi bakal meraih gelar juara karena pada paruh musim tampil sebagai pemuncak klasemen Wilayah Barat dan memenangkan duel dengan PSM sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur.
Akan tetapi, pada putaran kedua, Persib terpeleset dan prestasinya menurun sehingga menempati peringkat kelima dan gagal lolos ke babak “8 Besar”. Pada Kompetisi Liga Super Indonesia I/2008-2009 untuk kali pertama Persib diracik pelatih dari luar Bandung. Jaya Hartono (Medan), yang membawa Persik Kediri menggondol Piala LI IX/2003 dipanggil untuk meracik Persib. Sayangnya, Persib harus puas menempati peringkat tiga dalam kompetisi yang menggunakan format satu wilayah itu. Pada Liga Super Indonesia II/2009-2010, Persib yang masih ditangani Jaya Hartono kemudian diganti asistennya Robby Darwis pada putaran kedua kompetisi hanya menempati peringkat keempat klasemen akhir
Ternyata perjalanan Persib dalam mengarungi Liga Indonesia tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Meski perombakan di tubuh Persib kerap terjadi, belum juga menuai hasil maksimal, bahkan Persib sempat terancam terdepak dari kompetisi Liga Indonesia karena kerap di posisi papan bawah. Pada Liga Indonesia VII/2001 diarsiteki pelatih Indra Thohir dan Deny Syamsudin, Persib bisa lolos ke babak “8 Besar” di Medan, tetapi akhirnya gagal ke semifinal. Pergantian pelatih pun dilakukan termasuk dengan mendatangkan dari Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski pada Liga Indonesia IX/2003. Namun, Marek Sledzianowski tidak seberuntung seniornya, Marek Janota. Sledzianowski diganti di tengah jalan karena Persib terseok-seok di papan bawah. Untuk menghindari jurang degradasi, pengurus Persib mendatangkan pelatih asing asal Cile, Juan Antonio Paez. Upaya ini berhasil dan Paez dipertahankan hingga Liga Indonesia X/2004.
Pada Liga Indonesia XI/2005, Indra Thohir kembali dipanggil. Namun, Persib harus puas di peringkat lima. Kompetisi berikutnya, Risnandar Soendoro dipercaya menjadi pelatih. Namun, dia hanya bertahan hingga dua pertandingan awal kandang setelah kalah dari PSIS dan Persiap di Stadion Siliwangi Bandung dan posisinya diganti Arcan Iurie Anatolievici. Pelatih asal Moldova itu kembali dipertahankan untuk menukangi Persib pada Liga Indonesia XIII 2007. Saat itu, Persib sudah diprediksi bakal meraih gelar juara karena pada paruh musim tampil sebagai pemuncak klasemen Wilayah Barat dan memenangkan duel dengan PSM sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur.
Akan tetapi, pada putaran kedua, Persib terpeleset dan prestasinya menurun sehingga menempati peringkat kelima dan gagal lolos ke babak “8 Besar”. Pada Kompetisi Liga Super Indonesia I/2008-2009 untuk kali pertama Persib diracik pelatih dari luar Bandung. Jaya Hartono (Medan), yang membawa Persik Kediri menggondol Piala LI IX/2003 dipanggil untuk meracik Persib. Sayangnya, Persib harus puas menempati peringkat tiga dalam kompetisi yang menggunakan format satu wilayah itu. Pada Liga Super Indonesia II/2009-2010, Persib yang masih ditangani Jaya Hartono kemudian diganti asistennya Robby Darwis pada putaran kedua kompetisi hanya menempati peringkat keempat klasemen akhir
http://www.persib.co.id/berita-persib-bandung/sejarah-klub
Senin, 26 Oktober 2015
Kegemaran Di Dunia
Sepak bola adalah salah satu permainan yang dimainkan oleh dua tim. Ada 11 pemain dari masing masing tim.Sepak bola merupakan kegemaran semua orang di Dunia. Sepak bola biasa di mainkan di lapangan. biasanya lapangan yang berukuran, panjang minimum 90 - 120 meter dan lebar minimum 45 - 90 meter. Sepak bola biasanya dipimpin oleh seorang wasit, dua hakim garis, dan satu wasit cadangan.Sepak bola memerlukan kekuatan dan skill - skill untuk melewati lawan - lawannya.
Dalam satu pertandingan, sepak bola di mainkan 90 menit.45 menit babak pertama dan 45 menit babak kedua.Dalam sepak bola ada 17 peraturan, yaitu:
1. Lapangan Sepak Bola
2. Peraturan Penggunaan Bola
3. Peraturan Jumlah Pemain Sepak Bola
4. Peraturan Penggunaan Aksesoris
5. Wasit
6. Asisten Wasit
7. Durasi Permainan Sepak Bola
8. Terjadinya Kick Off
9. Bola Keluar
10. Tercipta Gol
11. Offside
12. Terjadinya Pelanggaran
13. Terjadinya Tendangan Bebas
14. Terjadinya Pinalti
15. Lemparan kedalam (throw in)
16. Tendangan Gawang
17. Tendangan Sudut
Biodata Cristian Ronaldo
Cristiano Ronaldo
Nama lengkap : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Tempat tanggal lahir : Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985
Tinggi badan : 1.86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain : Sayap kanan, Penyerang
Main di klub : Real madrid
Main di tim nasional : Portugal
Nomor punggung : 7
Nama Ayah : José Dinis Aveiro
Nama ibu : Maria Dolores
NAma saudara : kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia
Saat ini Cristiano Ronaldo membela club Real madrid dan juga timnas portugal. Pasisinya berada pada sayap kanan dan penyerang. Sebelum bergabung dengan club Real Madrid, dia pernah bermain dibeberapa club lain. Salah satu hal yang membuat nama Cristiano Ronaldo melambung tinggi dan sukses dengan kariernya sekarang adalah saat di bergabung dengan club Manchester United. Saat berada di club tersebut, dia juga memiliki nama sapaan yang lumayan keren, yakni CR7. CR adalah kependekan dari namanya sedangkan 7 adalah nomor punggungnya.
Cristiano Ronaldo juga memiliki trik-trik dalam bermain bola yang menjadi ciri khasnya di lapangan hijau. Diantara trik-trik tersebut adalah Step Over, Reverse Step Over, Ronaldo Chop (pengembangan lebih lanjut dari Cruyff Turn ala Ronaldo), Rabona. Dia juga seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Mungkin karena kelebihannya itulah, dia bisa menjadi pemain profesional.
Sejarah Sepak Bola Di Inggris
Sepak Bola Di Inggris
Di Inggris sepak bola adalah olah raga nasional yang banyak digemari. Peraturan-peraturan modern pertama permainannya dibuat pada tahun 1863, dan berpengaruh besar pada perkembangan aturan permainan saat ini. Dengan lebih dari 40.000 klub sepak bola, menjadikan Inggris sebagai negara terbanyak yang mempunyai klub yang berpartisipasi.
Inggris dianggap sebagai tempat kelahiran sepak bola. Anggapan ini berdasarkan sejarah yang ada dari Inggris dengan adanya klub sepak bola tertua di dunia (Sheffield FC), Badan Nasional pengatur sepak bola tertua di dunia (The Football Association), tim nasional pertama, kompetisi sistem gugur nasional tertua (Piala FA) dan liga nasional tertua (The Football League). Saat ini Liga domestik Inggris, Liga Primer, adalah salah satu liga olahraga paling populer dan terkaya di dunia[1], dan merupakan rumah bagi beberapa klub terkenal di dunia sepak bola.
Sejarah
Permainan sepak bola modern secara global pertama kali dikodifikasi pada tahun 1863 di London[2]. Latar belakangnya adalah untuk menyatukan permainan sepak bola di sekolah umum dan universitas di Inggris.
Sepak bola dimainkan di Inggris sejak abad pertengahan. Bukti tertulis pertama dari pertandingan sepak bola ditemukan sekitar tahun 1170, ketika William Fitzstephen menulis tentang kunjungannya ke London, "Setelah makan malam semua pemuda kota keluar ke ladang untuk permainan bola yang sangat populer." Permainan menendang bola digambarkan di Inggris dari 1280[3].
Pada tahun 1314, Raja Inggris Edward II, menceritakan tentang olahraga sepak bola dan penggunaan bola[4]. Pada abad ke-16 referensi mengenai tim yang terorganisir dan mempunyai tujuan tertentu muncul. Ada bukti untuk wasit, permainan tim sepak bola yang dimainkan di sekolah bahasa Inggris setidaknya sejak 1581[4].
Aturan Cambridge adalah aturan pertama yang dibuat di Universitas Cambridge pada tahun 1848, secara khusus berpengaruh dalam pengembangan aturan sepak bola berikutnya. Selama tahun 1850-an, banyak klub yang tidak berhubungan dengan sekolah atau universitas terbentuk di seluruh dunia, yang memainkan berbagai bentuk sepak bola. Beberapa muncul dengan aturan permainan mereka sendiri yang berbeda dari aturan yang ada, terutama Sheffield Football Club (klub tertua di dunia), yang dibentuk oleh mantan siswa sekolah umum pada tahun 1857[5], dan mempengaruhi pembentukan Sheffield & Hallamshire Football Association pada tahun 1867.
Royal Engineers AFC (1872) : salah satu tim pertama yang memainkan sepak bola modern seperti sekarang
Pada masa itu, belum ada peraturan permainan sepak bola yang standar, sehingga setiap tim mempunyai aturan sendiri-sendiri. Sheffield bermain dengan aturan sendiri sampai tahun 1870-an dan FA menyerap beberapa aturan yang ada. Sebuah pertandingan antara Sheffield F.C. dan Hallam F.C. pada tanggal 29 Desember 1862 adalah salah satu pertandingan pertama yang disiarkan melalui surat kabar[4].
Pada tanggal 8 Maret 1873, tim nasional Inggris menang 4-2 atas Skotlandia di The Oval dan merupakan kemenangan pertama kalinya di ajang sepak bola internasional[6]. Pada akhir abad ke-19 keadaan didominasi oleh tumbuhnya perpecahan antara tim amatir dan profesional, dan membagi klub menjadi utara-selatan. Klub Utara yang antusias untuk mengadopsi profesionalisme sebagai pekerjaan tidak mau untuk bermain secara amatir, sedangkan klub Selatan masih fanatik dengan kultur amatirnya. Akhirnya, pada tahun 1885 FA mengesahkan profesionalisme.
Direktur Aston Villa William McGregor mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil dari klub terkemuka Inggris, dan pertemuan ini menjadi awal dari pembentukan The Football League pada tahun 1888. Preston North End adalah juara di musim perdana 1888-89, dan juga klub pertama yang meraih gelar ganda yaitu juara liga dan juara Piala FA. Kemudian disusul oleh Aston Villa mengulangi prestasi tersebut di musim 1896-97.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola_di_Inggris
Langganan:
Postingan (Atom)





